Bupati Bone

Search

Memuat...

Sejarah dan Latar Belakang



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Daerah di setiap kabupaten, adalah salah satu bentuk kewenangan pemerintah daerah dalam mengurus dan mengatur urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Hal mana dimaksud telah ditetapkan didalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan kemudian diatur lebih tegas didalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota.
Sebagai kelanjutan atas pembagian urusan dimaksud, Pemerintah Kabupaten Bone menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone. Dan didalam pasal 20, paragraph 16 diatur lebih lanjut mengenai kewenangan pemerintah daerah di Bidang Penanaman Modal terdiri atas 7 (tujuh) sub bidang. Ketujuh sub bidang tersebut meliputi : 1) Kebijakan Penanaman Modal; 2) Kerjasama Penanaman Modal;3) Formasi Penanaman Modal;4) Pelayanan Penanaman Modal;5)Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal;6) Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal; dan 7) Penyebarluasan Pendidikan dan Pelatihan Penanaman Modal.
Kewenangan atas dasar urusan pemerintah di Bidang Penanaman Modal sebagaimana disebutkan diatas, tujuan utamanya adalah peningkatan dan pertumbuhan ekonomi di daerah dengan sasaran pokok ialah menciptakan bangunan dasar bagi usaha pelaksanaan program dan rencana pengembangan investasi kearah pertumbuhan iklim dan kerjasama investasi di daerah.
Agar tujuan dan sasaran tersebut dapat terselenggara dengan baik dan bertumpu pada kewenangan yang telah dilimpahkan sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten, maka dengan dasar itu pula Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone, yang dalam hal ini dibentuk atas dasar Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008, akan melakukan upaya pencapaian hasil-hasil yang diharapkan melalui suatu bentuk kerangka rencana startegik.
B. Tujuan Penyusunan
Sebagai tahapan mewujudkan penyusunan dan pembentukan Rencana Strategik seperti dijelaskan diatas, maka tujuan pembentukan Rencana Strategik sebagaimana dalam susunan berikut ini adalah :
Pertama, agar diperoleh suatu bentuk arahan dalam penentuan dan perumusan kebijakan, serta penetapan program dan kegiatan didalamnya tercermin secara jelas sebagai bagian tindak lanjut upaya kepentingan optimalisasi program dan kegiatan agar lebih efektif pencapaiannya selama kurun waktu 5 (lima) tahunan;
Kedua, agar diperoleh suatu bentuk pedoman dalam melakukan penyusunan,perumusan dan penentuan program-program prioritas bagi setiap tahunnya kedalam suatu struktur rencana kerja ( Renja ) tahunan.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup penyusunan Rencana Strategik bagi pelaksanaan kewenangan bidang penanaman modal dimaksudkan diatas, ialah :
Pertama, perumusan dan pernyataan Visi, Misi dan Nilai yang diwujudkan pada Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone; serta gambaran umum konsepsi dasar pengembangan investasi Kabupaten Bone; Keseluruhan hal tersebut akan dijelaskan pada Bab II.
Kedua, Analisa Lingkungan Strategik dan Penetapan Tujuan Strategi. Dalam hal ini akan dijelaskan dalam Bab III, meliputi Pencermatan Lingkungan Strategik, dan Kesimpulan Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal dengan kaitan utama lingkungan Kabupaten Bone terhadap lingkungan pengembangan Investasi dan Penanaman Modal tingkat Regional;
Ketiga, Rencana Strategi Tahun 2008-2013. Merupakan rincian rencana strategis tahun 2008-2013 sebagai hasil analisis yang dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, Diuraikan kedalam Bab IV.
Keempat, Rencana Kinerja. Merupakan rincian Rencana Kinerja Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2009, dalam hal ini diperlihatkan dalam bentuk matriks Rencana Kinerja Tahun 2009.
Demikian sekilas uraian yang akan merupakan inti dari penjelasan Bab demi Bab didalamnya.


BAB II
VISI, MISI DAN NILAI SERTA KONSEPSI DASAR PENGEMBANGAN
INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN BONE


A. Visi

Sudah menjadi keyakinan dan harapan yang panjang bagi segenap elemen masyarakat bone, bahwa keseluruhan potensi yang tersedia di Kabupaten Bone adalah merupakan suatu kekuatan yang sangat besar bagi pemerintah daerah untuk menempatkan setiap sumberdaya dari setiap sektor dan subsektor sebagai dasar didalam menjadikan Kabupaten Bone menempati kedudukan yang sangat kompetitif, atau sebagai kabupaten yang dapat berkembang,maju dan mandiri serta berdaya saing.
Dengan dasar pemikiran tersebut, dan selanjutnya jika keberhasilan itu mampu dicapai, maka dapat diprediksikan bahwa pada masa akan datang dan dalam kurun waktu tidak terlalu lama Kabupaten Bone akan dapat menjadi suatu kabupaten tujuan investasi.
Dalam kaitan penjelasan diatas dan disertai dasar wewenang yang dijalankan, maka Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone membangun suatu Visi, dengan rumusan sebagai berikut :
" Mewujudkan Kabupaten Bone sebagai kabupaten tujuan investasi tahun 2008 – 2013 yang Mandiri dan Berdayasaing, dengan bertumpu kepada dukungan nilai-nilai budaya lokal, kerjasama dan kebersamaan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Bone, serta penciptaan iklim dan kerjasama investasi terhadap dunia usaha dalam skala regional maupun nasional".
Visi tersebut diatas merupakan jawaban pencerminan dari pertanyaan Kabupaten Bone akan menjadi apa ? ( What do we want to become ? ) dan apa yang menjadi urusan utamanya dimasa akan dating ? ( What will be our business in the future ? ) serta memberikan suatu makna yang kuat dalam menjalankan suatu posisi persaingan akan datang ( It will be giving strong sense of doing competitive position in the future ).

B. Misi

Sebagai guidelines mewujudkan visi tersebut diatas, diperlukan 'misi' yakni suatu bentuk pernyataan tegas tentang ruang lingkup cara mencapainya namun tetap memperhatikan konteks arah dan eksistensi program dan rencana pemerintahan Kabupaten Bone secara menyeluruh.
Dengan singkat pernyataan 'misi' dimaksud, ialah terdiri atas :
1. Penciptaan Strategi dan Kebijakan Dasar Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2008-2013;
2. Pembentukan Lembaga Kerjasama Pemasaran dan Investasi Daerah sebagai wadah kerjasama antara Pemerintah, Masyarakat Pelaku Wirausaha, dan lembaga-lembaga keuangan di daerah Kabupaten Bone;
3. Penciptaan Rencana Induk Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2008 - 2013 ;
4. Penciptaan dan Peningkatan Pemasaran dan Promosi potensi Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2008-2013;
5. Penciptaan Iklim Pertumbuhan dan Peningkatan Kuantitas Penanaman Modal dan Investasi bagi para investor ;
6. Penciptaan Kawasan-kawasan pengembangan Investasi dan Penanaman Modal dalam suatu tata ruang wilayah strategis;

C. Nilai-Nilai Budaya Instansi

Sisi lain dari uraikan diatas, secara tersirat menunjukkan bahwa untuk mewujudkan suatu Visi dan Misi, masih terdapat kriteria penting lainnya untuk menjamin bagi organisasi sebagai unsur penggerak (driver's component) sekaligus memberi daya agar dapat menghadirkan motivasi (Motivation Unique), dan inovasi, serta memberikan wujud integritas antar sesama unit-unit terkait.
Penjaminan untuk dapat memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan diatas, seyogyanya di dalam organisasi atau instansi terkait yang akan bersama-sama melangkah guna terwujudnya visi dan misi, diperlukan nilai-nilai budaya sebagai landasan melakukan komitmen.
Dalam kaitan ini, Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone tidak berlebihan bila dapat mereduksi konsepsi nilai-nilai kewirausahaan seperti uraian berikut ini :
"Dalam suatu susunan kebersamaan segala tantangan dapat diatasi, dan dengan dibarengi sikap memahami masalah akan mampu mewujudkan kerjasama, serta dengan memiliki dasar keyakinan, kesediaan dan kearifan dalam memandang masa depan organisasi, maka akan terus dapat menumbuhkan inovasi, keunggulan serta rasa memiliki harapan dan cita-cita" ( Drs. Andi Djalante, MM., Konsepsi Dasar Pengembangan Organisasi Kewirausahaan, 2004 )
Konsepsi nilai seperti diutarakan diatas, tidak lain sebagai bentuk sikap pembetukan komitmen bersama terhadap unsur-unsur terkait, didalam rangka mewujudkan suatu program-program tanpa ada beban kepentingan melakukan penghindaran diri dari suatu tantangan dan tanggungjawab.
Dalam menutup penjelasan diatas terdapat suatu pandangan yang sedikitnya sejalan mengenai 'nilai-nilai' diatas, yakni didalam Encyclopedia Americana, 1976, disebutkan bahwa " Values are the qualities that shape believes/behaviours and served as essential benchmarks for decision making by individuals in the organization ".

D. Konsepsi Dasar Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone.

Kabupaten Bone sebagai kabupaten tujuan investasi. Secara internal, terkandung sejumlah kekuatan. Kekuatan dimaksud diperoleh dari berbagai sumberdaya, seperti pada sub sektor tanaman pangan dari pendataan tahun 2008 didukung oleh 39 (tiga puluh Sembilan) Komoditi dengan kemampuan bersaing pada segi kuantitas produksi pertahun dan dengan nilai jual sangat signifikan, mampu memberi kontribusi sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, dalam hal ini untuk perhitungan sementara terhadap nilai total PDRB dengan harga berlaku di Kabupaten Bone, yaitu sebesar ± Rp.1,3 Trilyun; demikian pula pada sub sektor perkebunan dapat memberi kontribusi pada kisaran Rp.2,6 Trilyun.
Selanjutnya jika dimasukkan perhitungan perputaran ekonomi pada sub sektor peternakan, perikanan dan kelautan, pertambangan, dan sektor industri, maka kondisi kekuatan investasi komiditi dan potensi tersebut akan menjadi sangat baik dan patut diperhitungkan dalam persaingan iklim investasi dari tahun ke tahun.
Namun pada segi lain terdapat kondisi-kondisi yang patut menjadi perhatian pula untuk memperkuat kedudukan investasi di Kabupaten Bone, yakni : Pertama, agar tercipta pula berbaikan regulasi dan distribusi kemampuan ekonomi bagi para wirausaha di daerah, perlu senantiasa melakukan peningkatan dan penyempurnaan pembentukan asosiasi-asosiasi kewirausahaan, baik dengan tujuan peningkatan profesionalisme maupun dalam upaya pembinaan dan peningkatan aspek pemasaran produksi. Sehingga terhadap sisi Pemerintah Kabupaten Bone akan tercipta suatu mekanisme kontrol pasar dan persaingan sehat diantara masing-masing anggota dalam setiap asosiasi; Kedua, masih adanya suatu titik lemah yang selama ini diperkirakan kurang atau bahkan luput dari perhatian dalam mengembangkan investasi, yakni penentuan dan penciptaan iklim kerjasama kemitraan terhadap para investor; Ketiga,termasuk didalamnya kelemahan Instansi terkait dalam menjembatani dunia kewirausahaan di Kabupaten Bone kepada para investor atau para direksi perusahaan pengelola kawasan-kawasan investasi di berbagai wilayah di Tanah Air untuk melakukan upaya kerjasama investasi.
Bila aspek-aspek diatas sudah tertangani secara baik dan efektif, maka segi lain yang menjadi dasar untuk segera dibenahi terlebih dahulu yakni segi penciptaan dan penerapan kebijakan, program dan kegiatan secara terarah, terukur, tepatguna dan berhasilguna.


BAB III

ANALISA LINGKUNGAN STRATEGIK SERTA PENETAPAN TUJUAN STATEGIK



A. Pencermatan Lingkungan Internal ( PLI )
Dari hasil observasi terhadap lingkungan internal Pemerintahan Kabupaten Bone, diperoleh suatu gambaran kondisi tentang kekuatan maupun kelemahan, sebagaimana dijelaskan berikut ini.

1. Kekuatan ( Strengths ).
a. Kewenangan dalam urusan Pemerintah Daerah Bidang Penanaman Modal Daerah telah dilimpahkan sesuai Perda Kab.Bone No.01 Tahun 2008;
b. Tupoksi dan kerjasama Instansi umumnya terdapat keterkaitan dalam mewujudkan investasi dan pemasaran komoditi / potensi ;
c. Sarana dan Prasarana Instansi Yang Representatif pada umumnya tersedia;
d. Iklim dan Akses Pengembangan Kerjasama Investasi / Pen.Modal secara umum terdukung;
e. Sumberdaya komoditi dan potensi alam bagi Penciptaan Investasi dan Penanaman Modal secara umum sangat memadai;
f. Luas dan Kondisi Wilayah pemanfaatan investasi dan Penanaman Modal pada umumnya sangat terdukung;
2. Kelemahan ( Weaknesses )
a. Sarana Penunjang Pelayanan administrasi Perkantoran umumnya kurang berfungsi dan belum tertata;
b. Database dan optimalisasi data link internet secara umum belum terwujud;
c. Optimalisasi Program dan Kegiatan Penguatan kelembagaan dan Kinerja orga- nisasi secara umum kurang terwujud;
d. Rancangan Revitalisasi dan Tataruang Investasi / Penanaman Modal Belum terwujud;
e. Pencapaian program Peningkatan Iklim investasi, Pemasaran produk unggulan, pengembangan pajak dan perizinan, dan pengembangan budidaya dan produk komoditi / potensi investasi kurang terakses;
f. Penyiapan dan Penciptaan Kebijakan Pengembangan Investasi sangat lamban

B. Pencermatan Lingkungan Enternal ( PLE )

Dari hasil obervasi terhadap lingkungan Eksternal Pemerintahan Kabupaten Bone pada umumnya, diperoleh suatu gambaran kondisi tentang peluang maupun tantangan, sebagaimana dijelaskan berikut ini.
1. Peluang ( Opportunities ).
a. Kawasan-kawasan investasi dan lingkup organisasi bisnis di berbagai wilayah pada umum semakin bertambah dan mudah diakses;
b. Jaringan Kerjasama investasi dalam negeri semakin terbuka bagi PMA maupun PMDN dan pada umumnya dapat diakses;
c. Pertumbuhan Lembaga keuangan dan Bank semakin berkembang dan sangat menunjang;
d. Penerapan Jaringan komunikasi dan teknologi informasi semakin meluas dan berperan dalam dunia e-commers dan bisnis investasi;
2. Tantangan ( Threats )
a. Sindikasi pemasok bahan baku komoditi/potensi unggulan semakin tinggi dan tak dihiraukan dan merugikan dunia investasi;
b. Penipuan berdalihdan motif investor, semakin bertambah;
c. Kesiapan Pemerintah dan Jajaran terkait mengembangkan sarana dan prasa rana pemenuhan Investasi secara umum kurang berkembang;
d. Kesiapan kerjasama dunia usaha pada tingkat wilayah lokal pada umumnya kurang terbangun;
C. Kesimpulan Analisi Internal dan Eksternal ( KAFI dan KAFI )
Sebagai guidelines menunjukkan kesimpulan faktor-faktor internal dan eksternal lingkungan sebagaimana telah diutarakan diatas kedalam pengelompokan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan, maka selanjutnya dapat diperhatikan tabel 2 dan tabel 3 pada halaman berikut.
Terhadap Tabel 2 Kesimpulan Analisis Faktor Internal ( KAFI ) diperoleh kesimpulan prioritas urutan berdasarkan penilaian bobot dampak yang ditimbulkan masing-masing faktor-faktor terhadap organisasi, serta penilaian rating yakni besarnya respon organisasi terhadap faktor-faktor. Begitupun terhadap Tabel 3 Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal ( KAFE ).

Urutan prioritas masing-masing faktor dimaksud adalah sebagai berikut :

1.Urutan Prioritas Faktor Kekuatan.

a.Sumberdaya komoditi dan potensi alam bagi Penciptaan Investasi dan Penanaman Modal secara umum sangat memadai;
b.Luas dan Kondisi Wilayah pemanfaatan investasi dan Penanaman Modal pada umumnya sangat terdukung;
c.Iklim dan Akses Pengembangan Kerjasama Investasi / Pen.Modal secara umum terdukung.

2.Urutan Prioritas Faktor Kelemahan

a.Database dan Optimalisasi data link internet umumnya kurang terwujud sesuai dengan fungsi;
b.Pencapaian program Peningkatan Iklim investasi, Pemasaran produk unggulan, pengembangan pajak dan perizinan, dan pengembangan budidaya dan produk komoditi / potensi investasi kurang terakses;
c.Penyiapan dan Penciptaan Kebijakan Pengembangan Investasi sangat lamban.

3. Urutan Prioritas Faktor Peluang

a. Sasaran pasar investasi dan lingkup organisasi bisnis di berbagai wilayah pada umum semakin bertambah dan mudah diakses/semakin jelas;
b. Penerapan Jaringan komunikasi dan teknologi informasi semakin meluas dan berperan dalam dunia e-commers dan bisnis investasi;
c. Jaringan Kerjasama investasi dalam negeri semakin terbuka bagi PMA maupun PMDN dan pada umumnya dapat diakses;

4. Urutan Prioritas Faktor Tantangan

a. Kesiapan kerjasama dunia usaha pada tingkat wilayah lokal pada umumnya kurang terbangun;
b. Kesiapan Pemerintah dan Jajaran terkait mengembangkan sarana dan prasa- rana pemenuhan Investasi secara umum kurang berkembang;
c. Sindikasi pemasok bahan baku komoditi/potensi unggulan semakin tinggi dan tak dihiraukan, serta merugikan dunia investasi;


D.Penetapan Asumsi Strtegi ( SWOT Analysis )

Terhadap Hasil analisis faktor-faktor lingkungan atas dampak kepada organisasi dan respon organisasi kepada faktor-faktor, diperoleh susunan urutan prioritas masing-masing faktor seperti diperlihatkan pada uraian diatas. Selanjutnya keempat faktor dimaksud masing-masing saling diperhadapkan untuk mendapatkan suatu bentuk asumsi strategis melalui matriks SWOT ( Diperlihatkan pada Matriks I). Dan menghasilkan empat kategori asumsi, yakni 1) Asumsi Strategi S-O, dalam hal ini diasumsikan bahwa setiap kekuatan yang ada dipergunakan untuk memanfaatkan peluang; 2) Asumsi Startegi W-O, artinya diasumsikan bahwa setiap kelemahan yang dihadapi harus dikendalikan agar peluang dapat dicapai; 3) Asumsi Staregi S-T, artinya bahwa setiap kekuatan yang ada digunakan untuk mengalihkan tantangan menjadi suatu peluang; 4) Asumsi Strategi W-T, dalam hal ini bahwa setiap kelemahan harus dikendalikan untuk mengalihkan tantangan sebagai peluang dimasa akan datang.
Secara akumulasi dari analisa SWOT tersebut masing-masing asumsi diatas dapat disusun sebagai berikut :
1.Asumsi Strategi S-O ( Pakai kekuatan untuk manfaatkan peluang )
1.1.Menyiapkan Komoditi Unggulan Daerah ke pasar investasi melalui lingkup wilayah pengembangan investasi dan atau usaha penanaman modal yang telah ditetapkan;
1.2.Menyiapkan Pemasaran Komoditi ke pasar investasi melalui pengembangan jaringan IT e-commerce;
1.3.Menciptakan iklim dan akses kerjasama investasi secara terbuka bagi PMDN dan atau PMA, melalui ajang promosi maupun temu bisnis tingkat kabupaten, provinsi dan pusat atas dasar kewenangan yang telah dilim- pahkan kepada pemkab.
2.Asumsi Strategi W-O ( kendalikan kelemahan agar peluang dapat dimanfaatkan )
2.1.Melakukan Penyempurnaan Database potensi / komoditi unggulan guna mewujudkan prioritas kepentingan pasar komoditi ke wil. Pengembangan investasi dan atau pen.modal yang telah ditetapkan;
2.2.Melakukan Penyempurnaan dan perbaikan, dan penetapan baru terhadap peraturan-peraturan daerah menyangkut perizinan,budidaya,pengembangan wilayah produksi, dan pemasaran komoditi / potensi unggulan terhadap upaya investasi/penanaman modal di Kabupaten;
2.3.Melakukan penyempurnaan Perumusan Kebijakan dan langkah operasional peningkatan hasil kerjasama investasi dan pen.modal;
2.4.Melakukan penyiapan program dan rencana master plan revitalisasi dan tataruang investasi / penanaman modal
3.Asumsi Strategi S-T ( sempurnakan kekuatan untuk merubah tantangan menjadi peluang )
3.1.Melakukan pembentukan asosiasi asosiasi pemasaran komoditi guna men- ciptakan kerjasama dunia usaha dan peningkatan investasi daerah;
3.2.Melakukan penyempuranaan pemasaran Komoditi unggulan dengan menumbuhkan rencana-rencana perbaikan dan peningkatan sarana/prasarana investasi dan pen.modal;
3.3.Melakukan Penetapan Peraturan Pengawasan dan pengendalian pasar komoditi terhadap upaya pengamanan pasokan dari kepentingan dunia investtasi dan kebutuhan masyarakat;
4.Asumsi Strategi W-T ( Kendalikan Kelemahan untuk manfaatkan tantangan sebagai peluang )
4.1.Wujudkan database guna menunjang kesiapan pengembangan rencana investasi dan penanaman modal;
4.2.Ciptakan Aksesibilitas Pemasaran Investasi dengan peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana;
4.3.Melakukan upaya menekan para sindikat pemasok bahan baku komoditi dengan menciptakan kondisi operasional penegakan peraturan daerah yang telah ditetapkan.
E. Pilihan Tujuan Strategis
Terhadap keempat kelompok asumsi strategi yang telah ditentukan diatas, kemudian dianalisis kembali dengan suatu matriks ( Lihat Matriks 2 ) untuk menetapkan urutan asumsi terhadap masing-masing kelompok asumsi strategi. Dan hasil yang diperoleh setelah penganalisaan terhadap keterkaitan dan kedekatan terhadap Visi, Misi dan Nilai organisasi, maka ditetapkan faktor-faktor kunci untuk bahan rumusan menjadi tujuan Strategi.
Tujuan Strategis sebagaimana dimaksudkan diatas, adalah sebagai berikut :
1.Mewujudkan Program dan Rencana Strategis Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Tahun 2008-2013 dengan tumpuan dasar pada peningkatan produksi dan kualitas Komoditi dan / potensi unggulan;
2.Mewujudkan Profil Komoditi dan / Potensi Unggulan Investasi dan / Pen. Modal dengan pemanfaatan TI e-commece/Internet
3.Mewujudkan Pedoman Dasar Sistem dan prosedur, serta peraturan tatalaksana pelayanan perizinan, pengembangan budidaya dan produksi, serta pemasaran komoditas dan / potensi unggulan dalam menata investasi dan /pen.modal;
4.Mewujudkan Rencana Umum dan Detail Pengembangan Investasi dan Pen.Modal;
5.Mewujudkan Pembentukan Asosiasi Pengelolaan Peningkatan Produksi dan Pengawasan Kualitas Produk Pemasaran Komoditi Unggulan Investasi dan / Penanaman Modal;
6.Mewujudkan Pemasaran dan Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Komoditi / Potensi Unggulan dengan tumpuan kerjasama antar instansi dalam penciptaan kabupaten investasi.

BAB IV
Rencana Strategi Tahun 2008 - 2013

Dalam rangka pelaksanaan pengembangan bidang penanaman modal kabupaten bone atas dasar tindaklanjut penetapan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Bone Tahun 2008 -2013, maka melalui analisa terpadu terhadap lingkungan internal maupun eksternal,dan bermuara pada hasil analisa SWOT sebagaimana telah diperjelas pada bab-bab sebelumnya. Dan untuk bahagian bab ini akan diuraikan inti-inti suatu susunan rencana strategik pembangunan bidang penanaman modal tahun 2008 – 2013 dengan perincian sebagai berikut :

A. Visi

Memperhatikan kondisi keseluruhan potensi yang tersedia di Kabupaten Bone, maka dapat dinyatakan bahwa dengan bertumpu kepada segenap kekuatan sumberdaya organisasi, berikut kekayaan alam yang bersumber dari setiap sektor dan subsektor akan menjadi suatu keyakinan besar untuk dapat menjadikan Kabupaten Bone menempati kedudukan yang sangat kompetitif sebagai kabupaten yang dapat berkembang,maju dan mandiri serta berdaya saing.
Sehubungan dengan dasar pemikiran tersebut, maka layak dikatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone dapat segera merumuskan berbagai bentuk kebijakan dan program terhadap pemanfaatan kekayaan yang tersedia menjadi suatu nilai produksi yang dapat menunjang berbagai aktivitas pembangunan dimasa-masa akan datang. Dan sekaligus jika keberhasilan itu mampu dicapai, maka dapat diprediksikan bahwa pada masa akan datang dan dalam kurun waktu tidak terlalu lama Kabupaten Bone akan dapat menjadi suatu kabupaten tujuan investasi.
Dalam kaitan dasar wewenang berikut bahan-bahan pemikiran lainnya seperti dikemukankan diatas, maka Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone membangun suatu perumusan Visi, sebagai berikut :
" Mewujudkan Kabupaten Bone sebagai kabupaten tujuan investasi tahun 2008 – 2013 yang Mandiri dan Berdayasaing, dengan bertumpu kepada dukungan nilai-nilai budaya lokal, kerjasama dan kebersamaan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat Bone, didalam suatu kekuatan pengelolaan dan penciptaan iklim dan kerjasama investasi terhadap dunia usaha dalam skala regional maupun nasional".
Visi tersebut diatas merupakan jawaban pencerminan dari pertanyaan Kabupaten Bone akan menjadi apa ? ( What do we want to become ? ) dan apa yang menjadi urusan utamanya dimasa akan dating ? ( What will be our business in the future ? ) serta memberikan suatu makna yang kuat dalam menjalankan suatu posisi persaingan akan datang ( It will be giving strong sense of doing competitive position in the future ).

B. Misi

Sebagai guidelines mewujudkan visi tersebut diatas, diperlukan 'misi' yakni suatu bentuk pernyataan tegas tentang ruang lingkup cara mencapainya namun tetap memperhatikan konteks arah dan eksistensi program dan rencana pemerintahan Kabupaten Bone secara menyeluruh.
Dengan singkat pernyataan 'misi' dimaksud, ialah terdiri atas :
1. Penciptaan Strategi dan Kebijakan Dasar Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2008-2013;
2. Pembentukan Lembaga Kerjasama Pemasaran dan Investasi Daerah sebagai wadah kerjasama antara Pemerintah, Masyarakat Pelaku Wirausaha, dan lembaga-lembaga keuangan di daerah Kabupaten Bone;
3. Penciptaan Rencana Induk Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2008 - 2013 ;
4. Penciptaan dan Peningkatan Pemasaran dan Promosi potensi Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone Tahun 2008-2013;
5. Penciptaan Iklim Pertumbuhan dan Peningkatan Kuantitas Penanaman Modal dan Investasi bagi para investor ;
6. Penciptaan Kawasan-kawasan pengembangan Investasi dan Penanaman Modal dalam suatu tata ruang wilayah strategis;

C. Nilai-Nilai Budaya Instansi

Sisi lain dari uraikan diatas, secara tersirat menunjukkan bahwa untuk mewujudkan suatu Visi dan Misi, masih terdapat kriteria penting lainnya untuk menjamin bagi organisasi sebagai unsur penggerak (driver's component) sekaligus memberi daya agar dapat menghadirkan motivasi (Motivation Unique), dan inovasi, serta memberikan wujud integritas antar sesama unit-unit terkait.
Penjaminan untuk dapat memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan diatas, seyogyanya di dalam organisasi atau instansi terkait yang akan bersama-sama melangkah guna terwujudnya visi dan misi, diperlukan nilai-nilai budaya sebagai landasan melakukan komitmen.
Dalam kaitan ini, Kantor Promosi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone tidak berlebihan bila dapat mereduksi konsepsi nilai-nilai kewirausahaan seperti uraian berikut ini :
"Dalam suatu susunan kebersamaan segala tantangan dapat diatasi, dan dengan dibarengi sikap memahami masalah akan mampu mewujudkan kerjasama, serta dengan memiliki dasar keyakinan, kesediaan dan kearifan dalam memandang masa depan organisasi, maka akan terus dapat menumbuhkan inovasi, keunggulan serta rasa memiliki harapan dan cita-cita" ( Drs. Andi Djalante, MM., Konsepsi Dasar Pengembangan Organisasi Kewirausahaan, 2004 )
Konsepsi nilai seperti diutarakan diatas, tidak lain sebagai bentuk sikap pembetukan komitmen bersama terhadap unsur-unsur terkait, didalam rangka mewujudkan suatu program-program tanpa ada beban kepentingan melakukan penghindaran diri dari suatu tantangan dan tanggungjawab.
Dalam menutup penjelasan diatas terdapat suatu pandangan yang sedikitnya sejalan mengenai 'nilai-nilai' diatas, yakni didalam Encyclopedia Americana, 1976, disebutkan bahwa " Values are the qualities that shape believes/behaviours and served as essential benchmarks for decision making by individuals in the organization ".

D. Konsepsi Dasar Pengembangan Investasi dan Penanaman Modal Kabupaten Bone.

Kabupaten Bone sebagai kabupaten tujuan investasi. Secara internal, terkandung sejumlah kekuatan. Kekuatan dimaksud diperoleh dari berbagai sumberdaya, seperti pada sub sektor tanaman pangan dari pendataan tahun 2008 didukung oleh 39 (tiga puluh Sembilan) Komoditi dengan kemampuan bersaing pada segi kuantitas produksi pertahun dan dengan nilai jual sangat signifikan, mampu memberi kontribusi sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, dalam hal ini untuk perhitungan sementara terhadap nilai total PDRB dengan harga berlaku di Kabupaten Bone, yaitu sebesar ± Rp.1,3 Trilyun; demikian pula pada sub sektor perkebunan dapat memberi kontribusi pada kisaran Rp.2,6 Trilyun.
Selanjutnya jika dimasukkan perhitungan perputaran ekonomi pada sub sektor peternakan, perikanan dan kelautan, pertambangan, dan sektor industri, maka kondisi kekuatan investasi komiditi dan potensi tersebut akan menjadi sangat baik dan patut diperhitungkan dalam persaingan iklim investasi dari tahun ke tahun.
Namun pada segi lain terdapat kondisi-kondisi yang patut menjadi perhatian pula untuk memperkuat kedudukan investasi di Kabupaten Bone, yakni : Pertama, agar tercipta pula berbaikan regulasi dan distribusi kemampuan ekonomi bagi para wirausaha di daerah, perlu senantiasa melakukan peningkatan dan penyempurnaan pembentukan asosiasi-asosiasi kewirausahaan, baik dengan tujuan peningkatan profesionalisme maupun dalam upaya pembinaan dan peningkatan aspek pemasaran produksi. Sehingga terhadap sisi Pemerintah Kabupaten Bone akan tercipta suatu mekanisme kontrol pasar dan persaingan sehat diantara masing-masing anggota dalam setiap asosiasi; Kedua, masih adanya suatu titik lemah yang selama ini diperkirakan kurang atau bahkan luput dari perhatian dalam mengembangkan investasi, yakni penentuan dan penciptaan iklim kerjasama kemitraan terhadap para investor; Ketiga,termasuk didalamnya kelemahan Instansi terkait dalam menjembatani dunia kewirausahaan di Kabupaten Bone kepada para investor atau para direksi perusahaan pengelola kawasan-kawasan investasi di berbagai wilayah di Tanah Air untuk melakukan upaya kerjasama investasi.
Bila aspek-aspek diatas sudah tertangani secara baik dan efektif, maka segi lain yang menjadi dasar untuk segera dibenahi terlebih dahulu yakni segi penciptaan dan penerapan kebijakan, program dan kegiatan secara terarah, terukur, tepatguna dan berhasilguna.

Kategori Terkait

Contact

Email : kppmbone@yahoo.com / Mobile : +62 82 393 061 746

0 komentar:

Poskan Komentar

KEPALA KPPM BONE

Links Work

Sirup